Saturday, April 9, 2022

Konstanta-konstanta Astronomis

http://adefathurahman.blogspot.com/2009/02/satuan-astronomis.html 


Astronomical Constants
Constant
Value
Astronomical unit (au)
149,597,870 km
Speed of light in a vacuum (c)
299,792.458 km/sec
Solar parallax
8.794148 arc seconds
Mass of the sun
1.9891 × 1030 kg
Mass of the earth
5.9742 × 1024 kg
Mass of the moon
7.3483 × 1022 kg
Light-year (ly)
9.4605 × 1012 km = 0.30660 pc
Parsec (pc)
30.857 × 1012 km = 3.26161 ly
Obliquity of the eliptic (2000)
23 ° 26 ' 21.448 "
General precession (2000)
50.290966 arc seconds/year
Constant of nutation (2000)
9.2025 arc seconds
Constant of aberration (2000)
20.49552 arc seconds
Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved.

to be contuou.....................

Labels:

Menggagas Suksesi 4 Ibukota sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan Nasional untuk Keutuhan NKRI yang Berkeadilan Sosial.

http://adefathurahman.blogspot.com/2020/01/menggagas-nkri-dengan-4-ibukota-upaya.html 




Pada artikel sebelumnya saya menawarkan alternatif Ibukota baru, yg digagas untuk  disebar pada 3 pusat (berdasarkan Teori Tripraja). Model yang diambil adalah afrika Selatan. https://adefathurahman.blogspot.com/2019/05/wacana-perpindahan-ibu-kota-negara.html?m=1
Masih merujuk pada Bentuk Negara Kesatuan, maka tidak salah, jika Pusat-Pusat Regional WPPI (A,B,C dan D) tempo dulu, dicoba dijadikan lokasi persebaran pusat pemerintahaan. Distribusi fungsi-fungsi lembaga pemerintahan yang cocok untuk ini adalah Teori Caturprajanya Von Vollenhoven.
Jika Pusat- Pusat Regional WPPI, Regional A, B, C dan D (Medan, Jakarta, Surabaya, Makasar direstui, maka penyerapan APBN atas nama Pemerintahan Pusat pun lebih merata. Hal ini perlu, karena salah satu isu pelaksanaan pembangunan adalah Pemerataan.
Mengapa harus merepresentasikan Sabang sampai Merauke?. Bayangkan jika Sabang di letak astronomis sekitar 95° BT. dan Merauke terletak disekitar 141° BT, maka panjang wilayah Indonesia dari barat ke timur mencapai "panjang maksimal" sekitar 49 x 111,111111 km setara dengan ~ 5.444, 44444 km. Nyaris 0,137111111 atau setara dengan 7/10 rata-rata keliling bumi.
Kemudian, mengapa perhitungan geostrategis ini wajar dilakukan, karena panjang RI yang saya sebutkan tadi belum mencakup zone terorial berdasarkan Deklarasi Djuanda 1961 yg merupakan ratifikasi dari Konvensi Hukum Laut Internasional (sejauh 6 mil dari pulau terluar sebuah negara pada surut terendah). Hak tersebut belum memperhitungkan ZEE (hak eksplorasi dan eksploitasi RI kearah barat, sejauh 200 mil.
Berbeda dengan hasil perhitungan lrlebar Wilayah RI dari Kampung Laut disekitar lintang astronomis 6° LU sampai dengan di Samudera Hindia yg terletak  disekitar 11° LS, cuma 17 x 111,111111 km., setara dengan 1.888.88889 km.
Terlepas dari tingkat akurasi perhitungan diatas, maka semua negara harus memiliki ego sentris dalam kebijakan geopolitiknya dengan tetap menghargai geografi politik Internasional, regional, maupun bilateral yg disepakati berdasarkan hukum-hukum internasinal yg telah disepakati bersama negara-negara lain sedunia.
Selanjutna, memperhatikan penyelenggaraan kedaulatan negara (pemerintahan) melalui 4 fungsi pada Teori 'Catur Praja"nya Van Vonhollen, maka kita bisa mengadopsi dan memodifikasinya dalam catur prajanya khas Indonesia, melalui 4 Fungsi pemerintahan, yakni  Legislatif, Eksekutif, Yudikatif serta Hankam.
Disisi lain pada tataran faktual dan perjalanan dinamika pembangunan Indonesia, kita telah memiliki bekal, melalui pemetaan pembangunan Industri Indonesia yg disingkat WPPI (Wilayah Pusat Pembangunan Industri). Melalui WPPI inilah proses pemerataan pembangunan diseluruh Wolayah RI dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efiaien.
Pada Periode Pemerintahan Eksekutif dibawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono istilah WPPI ini sempat ymtergantikan dengan istilah lain, yakni Koridor Pembangunan Nasional.
Terlepas pada penggunaan kedua istilah tersebut, pada realitas dinamika pembangunan nasional kita, 4 buah kota yang sering dijadikan pusat-pusat kegiatan tersebut, yakni Medan, Jakarta, Surabaya dan Makassar mengalami pertumbuhan yang lebih signifikan, karena infra struktur transpotasi darat, laut dan udara serta jaringan telekomunikasinya telah terbangun dengan tingkat refresentasi tingkat regional yang memenuhi standar. Berbagai kegiatan yang memerlukan mobilisasi aparat pemerintahan secara nasional pun sering dilaksanakan secara tereistribusi di keempat Kota  tersebut.
Langkah yang seharusnya kita laksanakan adalah mensinergikan kebutuhan akan Ibu Kota Baru (pemindahan lokasi) yang sekarang terfokus pada Wilayah Kalimantan Timur agar dibarengi dengan alternatif lain, yakni mencoba menjadikan NKRI ini menjadi sebuah negara dengan 4 Ibukota.
Pengalaman Afrika Selatan yang memiliki 3 Ibu Kota, yakni Capetown sebagai Ibu Kota Eksekutif, Pretoria sebagai Ibukota Legislatif dan Bloomfontein sebagai Ibu Kota Yudikatif, setidaknya menjadi sebuah legitimasi rasional tentang kemungkinan sebuah negara memiliki lebih dari satu Ibu Kota.
Faktor historis yg berkenaan dengan lokasi Ibu Kota di Jakarta sejak Indonesia merdeka yang tidak mampu memgakselerasi pemerataan pembangunan nasional saat ini menjadikan pemilihan lokasi Ibu Kota Negara yg hanya memindahkan lokasi dari Jakarta ke Kalimantan Timur, pada program jangka waktu panjang akan mengjasilkan problematika yang sama, seperti  yamg terjadi pada Jakarta saat ini.
Untuk kepentingan tersebut, tidak ad salahnya, jika gagasan untuk menjadikan NKRI menjadi pemilik 4 Ibu Kota harus sudah disinergikan peesepsinya diantara kalangan eksekutif dan Legislatif melalui pembahasan peeuundang-undangan yang melegitimasi alternatif tersebut.
Tentu saja harapan yang lebih dapat terukur bisa dicapai pada pelaksanaan gagasan ini adalah oemerataan pembangunan yang merupakan pengejawantahan dari Sila Ke-5 Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Hal lain yang bisa dikontribusikan oleh gagasan ini adalah meningkatnya Persatuan Indoneaia, sebagai akibat rasa keadilan yang dirasakan  melalui layanan pemerintah atas peningkatan kemakmuran yang berbasis pada penyerapan anggaran belanja negara yang terdistribusi dikeempat regional tersebut.
Kajian Filosofis, Historis dan Yuridis tentunya harus dilakukan secara cermat atas kelayakan penentuan, kota mana dari keempat kota besar tersebut yang pantas menjadi Ibu Kota Legislatif, Eksekutif, Yudikatif atau Hankam. Sebuah kajian terpadu yang diurai hingga kelangkah strategis pada penentuan lembaga-lembaga sub-ordinan yang mana saja yang dimasukkan menjadi bagian dari 4 funsi  pemerintahan tersebut (Legislatiif, Eksekutif, Yudikatif atau Hankam). Penguraian sub-ordinan-sub-ordinan dari keempat fungsi pemerintahan tersebut, tentu saja harus dibarengi dengan penentuan zone-zone (sub regional) beserta lokasi-lokasi yang layak menjadi pusat dari zone-zone (sub-regional) tersebut, seperti yang pernah dilakukan pemerintah tersahulu atas WPPI. Sebuah pembagian zone yang serupa dengan WPPI, tapi tak bileh sama persis seperti WPPI, dikarenakan indikator-indiatornya harus dimodifikasi sesuai kebutuhan kontemporer saat ini dan masa depan NKRI.

Bersambung.
ADE FATHURAHMAN
SMANSA KOTA SUKABUMI, JABAR.

Labels:

Sunday, March 6, 2022

Oleh-oleh SIMAK UI 2010 Wil. Ko./Kab. Sukabumi-Cianjur


Yang menarik dari Penyelenggaraan SIMAK UI wil. kota/ kab. Sukabumi dan Cianjur
di SMAN 1 SUKABUMI, Minggu 07.00 - 14.00 untuk Kel. IPA, IPS dan IPC Koordinator
Lokal bapak DR. Yasman mendapatkan titipan salam dari DR. Herry Hermansyah
Departemen Teknik Kimia UI alumni SMANSA SMI angkatan 1994 untuk guru-guru
beliau di SMANSA.
Menurut DR. Yasman) alumni SMANSA lainnya di UI, yakni Bapak Panji Anugerah Permana
(ALUMNI SMANSA '93) dosen di FISIP UI yang sekarang sedang melanjutkan S3 nya
di Jerman.
Beliau membenarkan pernyataan bahwa Bapak Ace Supriatman bahwa di Geografi UI
DR. Supriatna menjabat PD II adalah Alumni Smansa.
Pada hari yang sama saya menghubungi seorang Alumni Smansa 2002 dan Fisika ITB (
Zamzam Badruzaman) yang siap menangani Tim OSN Astronomi dan Fisika SMANSA
Sukabumi tahun mendatang.
Semoga, Amin
 

Labels:

Kriteria Penjurusan di SMA, Kepentingan Akademik versus Kepentingan Lembaga


 Proses penjurusan di satuan-satuan pendidikan tingkat SMA dan aliyah masa yang lalu dan saat ini berjalan sedemikian mulus, sehingga tidak banyak pembaharuan-pembaharuan yang signifikan.Wajar, karena pada beberapa dekade belakangan ini proses pemutusan suatu kebijakan yang berkenaan dengan jurusan di SMA dan Aliyah masih diskriminatif, contohnya tiadanya anggaran yang diperuntukan untuk Laboratorium Rumpun IPSl, seperti pada laboratorium Rumpun IPA dan Bahasa.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul kemudian adalah : apakah penjurusan selama ini sudah mengacu kepada peraturan yang diputuskan oleh Dirjen yang membawahi satuan-satuan pendidikan SMA dan Aliyah (saat ini Dirjen Dikdasmen) ; apakah sosialisasi informasi tentang jurusan kepada siswa/i di satuan-satuan pendidikan SMA dan Aliyah sudah bisa dikatakan cukup, atau sebaliknya ; apakah pengambilan keputusan di Sma dan Aliyah dilakukan dengan mempertimbangkan ketuntasan siswa pada mata pelajaran ciri khas jurusan : apakah pilihan jurusan mempertimbangkan hal lain, selain rasio keberadaan guru dengan jumlah jam mata pelajaran yang ada di satuan pendidikan dan beberapa pertanyaan lain yang relevan.

Pertanyaan utama yang urgen berkenaan dengan pertimbangan-pertimbangan konstitusional adalah : "Sudahkah proses penjurusan di SMA dan Aliyah saat ini mengacu kepada panduan yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikdasmen ?"

Pertanyaan kedua yang muncul kemudian adalah : apakah para guru yang terlibat sudah memahami dan melaksanakan panduan penjurusan sesuai dengan yang diputuskan Dirjen Dikdasmen ?

Hasil survey, berdasarkan wawancara mengindikasikan bahwa proses yang dilaksanakan pada kebanyakan satuan pendidikan SMA atau Aliyah lebih didasarkan pada kuota guru, bahkan tidak terlalu memperhatikan panduan yang telah dikeluarkan Dirjen Dikdasmen. Keadaan ini diperparah dengan ketidak pedulian pada ketuntasan yang telah dimiliki siswa, sehingga muncul fenomena siswa/i IPA, maupun IPS yang belum tuntas atau tuntas sebatas KKM saja. Keadaan ini diperparah dengan orientasi yang salah tentang jurusan pada siswa/i, sehingga menghasilkan kinerja siswa/i yang rendah disemester selanjutnya.

Terlepas dari fenomena diatas, berdasarkan pada Lampiran SK Dirjen Mandikdasmen No. 12/C?Kep?TU/2008, 12 Pebruari 2008 tentang Penduan Penyusunan Laporan Hasil Belajar (LHB) Peserta Didik SMA (KTSP) Bagian E, Butir 1 s.d. 5. yang substansinya memerikan rambu-rambu operasional tentang dasar-dasar penjurusan di SMA dan Aliyah, diantaranya keharusan semua siswa yang memilih jurusan IPA/IPS/Bahasa untuk menuntaskan jmata pelajaran ciri khas jurusan (Fisika- Kimia- Biologi untuk IPA,Sosiologi- Ekonomi- Geografi untuk IPS dan B. Indonesia- B. Inggris untuk Jurusan Bahasa).

Proses yang mengenyampingkan kecenderungan bakat akademik siswa, pada pembelajaran siswa sselanjutnya akan mempersulit perkembangan kedewasaan akademik siswa.Pada tataran orang dewasa/ guru, proses yang diskriminatif pada proses penjurusan mengindikasikan adanya penistaan terhadap lmu Pengetahuan yang kedudukannya universal dan harus dimulyakan oleh setiap pendidik.



Wallaahu 'alamhttp://adefathurahman.blogspot.com/search?q=KRITERIA+PENJURUSAN

Labels: , , , ,

Friday, March 4, 2022

Upaya Peningkatan Minat Belajar Geografi Melalui Distance Learning berupa blog, facebook, quipper dan youtube pada Siswa Kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Tahun 2019

https://adefathurahman.blogspot.com/2019/11/upaya-peningkatan-minat-belajar.html
Ade Fathurahman, S.Pd.

Upaya Peningkatan Minat Belajar Geografi Melalui Distance Learning berupa blog, facebook, quipper dan youtube
pada Siswa Kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Tahun 2019 

(Tahun 2019, 35 halaman)

Ade Fathurahman, Guru Geografi SMA Negeri 1Kota Sukabumi Jawa Barat

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk Penelitian Tindakan Kelas ini ditujukan agar penulis senantiasa mencari formulasi pemebelajaran Mata Pelajaran Geografi di SMA yang bisa menempati ruang keingin tahuan peserta didik, sehingga perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang diharapkan dalam stndar isi yang berkenaan dengan mata pembelajaran Geografi dapt terlaksana dalam proses belajar yang menyenangkan. Secara khusus ditujukan agar Siswa : “Siswa menjadi lebih respek, bahkan menjadi bagian dari gelombang gegnerasi yang mencintai, bahkan bertekad menjadi bagian dari sejarah pengembangan Geografi sebagi Ilmu Pengetahuan yang seksi dan niscaya harus dimiliki kompetensinya.”
Penelitian dilakukan dalam 2 siklus yang setiap siklus melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan an refleksi. Data  minat siswa didapat dari catatan/ dokumentasi keterlibatan siswa pada siklus pertama saat tidak menggunakan pembelajaran yang didominasi dengan tatap muka dan dokumentasi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang didominasi oleh distance learning, baik melauimedia blog, quipper, youtube, facebook.
Hasil Pengamatan atas keterlibtan siswa pada pemebelajaran siswa yang didominasi distance learning pada KD Memahami konsep wilayah dan pewilayahan dalam perencanaan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, Indikator Mencari informasi tentang konsep wilayah, pembangunan, dan tata ruang melalui berbagai sumber/media
 dikatakan BAIK.

Kata Kunci : Mencari informasi tentang konsep wilayah, pembangunan, dan tata ruang melalui berbagai sumber/media melalui pembelajaran Distance learning
SMA NEGERI 1 KOTA SUKABUMI
2019



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Zaman dalam tataran social berubah secara dinamis mengikuti dinamika manusia yang senantiasa menginginkan perubahan. Beberapa tatanan yang dianggap penting dan menjadi pembeda anatara manusia dengan makhluk hidup lainnya kadang terganggu kegaduhan yang ditimbulkan oleh dinamika lain. Pendidikan, khususnya pendidikamun formal yang berkarakteristik sebagai tatanan yang relatif permanen pun menjadi aspek terkena dampak dinamika perubahan social. Akselerasi perubahan yang paling dominan yang dirasakan manusia sebagai hasil budaya manusia saat ini adalah teknologi yang semakin mendekatkan jarak. Nyaris, hamper semua aspek kehidupan menggunakan teknologi informasi dalam mempercapat komunikasi dan memperpendek jarak melalui jaringan.
Generasi muda sebagai peserta didik di institusi paedagogik formal (persekolahan) yang terbiasa ternyamanakan (convenient) oleh jejaring, sepertinya kehilangan minat untuk berkutat terlalu lama disuatu tempat, kecuali dengan gdget mereka. Masalah besar pendidikan formal  yang memiliki standar lulusan yang sudah ditentukan sebelumnya adalah bagaimana menjadikan mereka mau mengoptimalisasikan kesempatan dan kemampuannya digadget dengan konten yang bersejajaran dengan kepentingan persekolahan, khususnya yang berhubungan dengan standar isi dan standar proses dalam pendidikan dilevelnya. Harapannya, tentu saja mereka tersadarkan, termotifasi, terstimulan minatnya untuk melakukan akfitas gadget mereka dengan konten-konten pembelajaran berbagai jenis mata pelajaran, terkhusus yang memerlukan dan urgen untuk senantiasa hadir dalam tampilan pembelajaran yang kontekstual, salah satunya Mata Pelajaran Geografi.
Berbagai perangkat keras teknologi pun disuguhkan menjadi peraga agar materi pembelajaran semakin hadir dan menjadi fokus perhatian peserta didik dalam pembelajaran. Saat ini berbagai bentuk alat peraga itu dapat dihadirkan dalam bentuk pembelajaran yang bisa menghadirkan peraga tersebut dalam bentuk teks, grafik, table, audio, gambar ataupun  video. Salah satunya sudah menjadi familiar sejak Tahun 2005 yang lalu adalah Microsoft Encyclopedia. Sayang, aplikasi ini, jika ingin bersifat interaktif memerlukan cost khusus untuk jangkauan kemampuan institutional. Dengan kehadiran Google Classroom, Edmodo, Youtube Tutorial Quipper dan sejenisnya , maka distance learning pun,  menjadi salah satu alternatif pembelajaran  yang selain merasuk pada habit milenia yang diduga bisa menstimulan minat perta didik dalam mempelajari berbagai kompetensi dasar yang menjadi tuntutan pada stiap mata pelajaran.
Berdasarkan pada latar belakang realitas diatas serta kerangka berpikir konseptuap yang dimiliki penulis sebagai pendidik Geografi salah satu SMA, maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian Tindakan kelas tentang “Upaya Peningkatan Minat Belajar Geografi Melalui Distance Learning berupa blog, facebook, quipper dan youtube pada Siswa Kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Tahun 2019.”

1.2 Rumusan Masalah
“Apakah Distance Learning berupa blog, facebook, quipper dan youtube bisa meningkatkan Minat Belajar Geografi Siswa Kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Tahun 2019?”

1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini ditujukan agar penulis senantiasa mencari formulasi pemebelajaran Mata Pelajaran Geografi di SMA yang bisa menempati ruang keingin tahuan peserta didik, sehingga perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang diharapkan dalam stndar isi yang berkenaan dengan mata pembelajaran Geografi dapt terlaksana dalam proses belajar yang menyenangkan.

1.4 Manfaat Dan Hasil Penelitian
a. Siswa : “Siswa menjadilebih respek, bahkan menjadi bagian dari gelombang gegnerasi yang mencintai, bahkan bertekad menjadi bagian dari sejarah pengembangan Geografi sebagi Ilmu Pengetahuan yang seksi dan niscaya harus dimiliki kompetensinya.”
b. Guru : “Meningkatkan kreatifitas untuk menciptak situasi dan kondisi belajar yang menyenangkan peserta didiknya.”.
c. Sekolah : “Menjadi bagian dari pmenuhan standar-standar Nasional pendidikan yang relevan, khususnya standar proses dan lulusan.”
d. Pengembangan Kurikulum : Menjadi bagian dari diagnosa awal bagi Pengembangan Kurikulum dimasa yang akan dating.”
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN

2.1 Peningakatan
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) arti kata peningkatan adalah proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb). Jadi peningkatan adalah lapisan dari sesuatu yang kemudian membentuk susunan, peningkatan berarti kemajuan, penambahan keterampilan dan kemampuan agar menjadi lebih baik.
Adapun pengertian peningkatan yang dimaksudkan dari judul penelitian ini memiliki arti yaitu usaha untuk membuat minat belajar siswa menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Cara peningkatan minat belajar tersebut dilakukan dengan penggunaan distance larning.
2.2. Minat
  Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi Suryabrata, 1988 : 109 ). Menurut Crow and Crow minat adalah pendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, aktivitas-aktivitas tertentu. ( Johny Killis, 1988 : 26 )
Berdasarkan pendapat Crow and Crow dapat diambil pengertian bahwa individu yang mempunyai minat terhadap belajar, maka akan terdorong untuk memberikan perhatian terhadap Belajar tersebut.

2.3 Belajar
Menurut Hilgard (Suryabrata, 2001:232) menyatakan belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perbuatan yang ditimbulkan oleh lainnya.
  Selanjutnya menurut Gerow (1989:168) mengemukakan bahwa “Learning is demonstrated by a relatively permanent change in behavior that occurs as the result of practice or experience”. Belajar adalah ditunjukkan oleh perubahan yang relatif tetap dalam perilaku yang terjadi karena adanya latihan dan pengalaman-pengalaman.
Merujuk pada kedua pendapat diatas serta Taksonominya Bloom, maka dapat diberikan pengertian tentang belajar sebagai Latihan atau pengalaman-pengalaman yang khas yang disengaja yang menimbulkan perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang relatif tetap.
2.3 Distancce Learning 2)
                        Distance learning, merupakan bidang pendidikan yang berfokus pada pengajaran dan andragogy, teknologi, dan instruksi desain sistem yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada siswa yang tidak secara fisik "pada situs". Rather than attending courses in person, teachers and students may communicate at times of their own choosing by exchanging printed or electronic media, or through technology that allows them to communicate in real time and through other online ways. Ini memungkinkan guru dan siswa untuk berkomunikasi secara real time dan melalui cara online.
Tersedia jenis teknologi yang digunakan dalam distance learning, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: sinkronis dan asynchronous. Synchronous technology is a mode of online delivery where all participants are "present" at the same time. Teknologi yang sinkronis adalah modus online pengiriman dimana semua peserta adalah "hadir" pada saat yang bersamaan. Requires a timetable to be organized. Membutuhkan waktu untuk berorganisasi. Asynchronous technology is a mode of online delivery where participants access course materials on their schedule. Asynchronous teknologi adalah modus online di mana peserta penyampaian materi kuliahnya akses pada jadwal mereka. Students are not together at the same time. Siswa tidak bersama pada saat yang bersamaan. Contohnya melalui telepon, videoconferencing, dan web conferencing. Sedangkan sinkronis belajar merujuk kepada sekelompok orang belajar hal-hal yang sama pada waktu yang sama di tempat yang sama. This is the type of pedagogy practiced in most schools and undergraduate programs, but not in graduate programs. Ini adalah jenis pengajaran yang dipraktikkan di sebagian besar sekolah dan sarjana program, tetapi tidak di program pascasarjana. Lecture is an example of synchronous learning. Kuliah ini merupakan contoh sinkronis belajar. But, with the advent of web conferencing tools, people can learn at the same time in different places as well. Tetapi, dengan kedatangan web conferencing alat, orang dapat mempelajari pada waktu yang sama di tempat berbeda juga. Contohnya audiocassette, videocassette, email, papan pesan forum, materi cetak dan pesan suara/fax.












BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabu yang berlokasi di di Jl. R.H. Didi Soekardi No. 124 Kota Sukabumi..  Jumlah siswa 17 orang, dengan latar belakang sosial ekonomi yang heterogen.

3.2 Persiapan Penelitian
  Untuk memperlancar pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, kami telah mempersipkan instrumen dan penilaian.

3.3 Siklus Penelitian
PTK  ini menggunakan dua kali siklus, yaitu
Siklus pertama yang meliputi :
A. Pendahuluan
Mempersiapakan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran yaitu :
3.1 Memahami konsep wilayah dan pewilayahan dalam perencanaan tata ruang
          wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
Indikator :
Mencari informasi tentang konsep wilayah, pembangunan, dan tata ruang melalui berbagai sumber/media

B. Langkah Utama
1). Guru membagikan alamat jejaring  yang terdapat di UKBM Geografi Semester 5 yang relevan dengan Indikator :
 Alternative : www.adefathurahman.blogspot.com
https://www.youtube.com/watch?v=MoBIi7c_iHE
https://www.youtube.com/channel/UCYhK_tXp2ENLdLVdBbSGf1Q/videos
https://web.facebook.com/groups/geografismanegeri1sukabumi/
https://link.quipper.com/id/organizations/5538c55b87df07000301b868/classes/5d4b907a8824df342c00003a?active_assignment=5dad5d8f74dff460601e2410 berikut kode kelasnya.
2). Guru menjelaskan maksud pembelajaran yaitu Mencari informasi tentang konsep wilayah, pembangunan, dan tata ruang melalui berbagai sumber/media khususnya jejaring yang bisa berinteraksi langsung dengan guru,

C. Langkah Penutup
Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang melakukan interaksi di jejaring, baik mengisi kuis di quipper, membuat komentas di blog, FB grup WA Grup, maupun di channel youtube.
Siklus kedua menunggu refleksi siklus ke-1

3.4 Pembentukan Instrumen
Untuk mendapatkan data yang valid dan akurat dari siswa, guru / kolaborator meneliti menggunakan instrumen berupa :
a. Catatan yang meliputi “ Persiapan, pelaksanaan dan penelitian “
b. Lembar evaluasi
c. Lembar Observasi
d. Angket

3.5 Analisa Dan Refleksi
Data yang dicatat tiap langkah meliputi :
a. Data keikutsertaan
b. Data taggapan langsung siswa atas kuesioner
Data di atas dianalisis secara berkala setiap langkah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil yang sebenarnya berdasarkan tujuan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang hendak dicapai.

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Untuk mejadikan Pembelajaran Distance Learning menjadi kegiatan yang interaktif dan terintegrasi menjadi sebuah kesatuan tuntutan ketuntasan guru harus sering mengingatkannya. Sekalipun pada kenyataannya mereka sudah sudah terbiasa bagi siswa Keas 12 IPS lSMA Negeri 1 Kota Sukabumi,

Pertemuan berikutnya (2 jam pelajaran)
1). Disajikan dan dijabarkan KD hingga siswa memahami akan apa yang akan dipelajari
2). Menginterpretasikan materi pelajaran yang akan dijabarkan.
3). Menjelaskan indikator
4). Memonitor seluruh url jejaring
6). Mendiagnose kesulitan siswa
7). Melakukan penilaian

Angket siswa terhadap pelajaran Geografi
ª Dberikan sebelum memulai pembelajaran.
Hasilnya : Kurang berminat
ª Observasi aktivitas guru dalam perencanaan sangat baik, sedangkan dalam pelaksanaan diperoleh hasil baik
ª Observasi minat siswa dalam belajar diperoleh hasil cukup baik.

Refleksi I
   Disebabkan karena dalam melaksanakan tugasnya mengalami hambatan pengalaman kekurang berminatan  pada hal-hal yang bersifat akademis, maka pada awalnya hasilnya kurang baik.

Refleksi II
Dari data observasi minat siswa diperoleh hasil baik, hal ini karena siswa sudah mulai terbebas dari praduga “tak menyenangkan” setelah melihat bebrapa tampilan menyenangkan yang relevan dengan indikator pembelajaran yang diselingi dengan jelajah pada tema geografi yang tak berhubungan langsung

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
 Jika pada siklus pertama belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan, karena siswa masih belum terpacu untuk menuntaskan penugasan,. Setelah mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari jelajah url.,  maka pada pelaksanaan siklus kedua ada perubahan yang sangat berarti ke arah yang sangat baik. Siswa sudah menunjukkan peningkatan minat dalam belajar Geografi.
Maka dapat disimpulkan   Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas 12 IPS SMA Negeri 1 Kota Sukabumi dengan menggunkan pembelajaran Distance Learning ini dilaksanakan dalam 2 siklus itu signifikan memberikan perubahan yang cukup signifikan untuk peningkatan minat sisw dalam mempelajari Geografi.
5.2 Saran
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan usaha peningkatan minat belajar bagi siswa sebaiknya menerapkan pembelajaran Distance Learning melalui jejaring on line.












DAFTAR PUSTAKA
Suryabrata_Sumadi,Psikologi_Pendidikan, Rajawali_Press, Jakarta :  2010
 https://ptkguru.wordpress.com/2008/05/19/penelitian-tindakan-kelas-ptk-upaya-meningkatkan-minat-belajar-geografi-melalui-model-pembelajaran-group-investigation-kelas-xi-ips-sma-muhammadiyah-ii-mojosari-mojokerto/
http://www.sarjanaku.com/2012/12/pengertian-minat-menurut-para-ahli.html
http://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/BAB214111720045.pdf
http://ridalatifah.blogs.uny.ac.id/2015/11/18/pengertian-belajar-dan-macam-macam-teori-belajar/

























Labels: , , , , , , , , ,

UKBM GEOGRAFI Kelas 12 IPS Semester 6 : "Persebaran serta Kerjasama Negara Maju dan Berkembang"

https://adefathurahman.blogspot.com/2022/03/ukbm-geografi-kelas-12-ips-semester-6.html































 

Labels: ,