Friday, March 4, 2022

“GEOGRAFI, MOTHER of SCIENCE?” Urgensitas Penjelasan atas Sebuah Definisi

 http://beritadisdik.com/news/kaji/---geografi--mother-of-science------urgensitas-penjelasan-atas-sebuah-definisi 

Pengertian geografi menurut Preston E James : Geografi adalah suatu induk dari segala ilmu pengetahuan, dikarenakan banyak bidang ilmu pengetahuan lain yang pembahasannya selalu dimulai dari keadaan permukaan bumi, sebelum masuk ke dalam pembahasan berdasarkan studi keilmuan masing - masing.

Pendapat yang dahulu lewat begitu saja dipikiran saya, padahal merupakan salah satu pendapat yang Sebagian besar Guru SMA sampaikan pada anak didiknya di jenjang Kelas 10. Salah satu pendapat tentang Definisi Geografi, disamping pendapat dari Bapak Geografi, Eratosthenes, Harrtshorn, Ellsworth Huntington serta Bintarto. Yang pada akhirnya menerucut pada definisi dari IGI (Ikatan Geografi Indonesia) pada SEMILOKA dan Kongres keV di Semarang, 1988 yang menegaskan bahwa : “Geografi adalah Ilmu Yang mempelajari tentang Persamaan dan Perbedaan Fenomena Geosfer dalam konteks keruangan dengan sudut pandan kewilayahan/kelingkungan.”

Sebagai bagian dari komunitas mediator Pendidikan di satuan Pendidikan menengah atas, tentu saja saya dan beberapa teman-teman sering berbincang-bincang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan keseluruhan proses KBM mulai dari perencanaan, pel;aksanaan, maupun Evaluasi erta tindak lanjut.

Salah satu hal yang sering diperbincangkan adalah tentang Hakikat dari Mata Pelajaran yang kita ampu, baik dari Ruang Lingkup, pendekatan dan hal lain yang diperbincangkan, karena memiliki irisan kajian materi diantara maple- maple yang kita ampu. Beberapa diantaranya mengenai perbedaan pendekatan pembelajaran Bio-Geografi dengan Biologi, Geografi Sejarah dengan Sejarah, atau pendekatan kajian Kosmografi di Geografi dengan pendekatan di Fisika serta Posisi matematika dalam pembelajaran Geografi.

Beberapa anak muda yang baru menyelesaikan Studi S1-nya dan masih sering bercanda tentang Definisi Geografi yang disampaikan Preston F. James diatas. Tentu saja sebuah pendapat yang membuat bebrapa rekan mediator Pendidikan (guru) yang mengampu mata pelajaran diluar Geografi mengernyitkan dahi atau tersenyum masam. Merka menganggap definisi yang disampaikan oleh Preston itu sesuati yang “absurd”.

Tentu saja tersebut diatas berbenturan dengan pengalaman belajar rekan-rekan guru pengampu mata pelajaran yang lain. Sebagaimana kita ketahui, nyaris semua Sarjana bidang apa pun pernah dibekali dengan Mata Kuliah Filsafat. Mata Kuliah yang secara literasi Panjang telah menyampaikan bahwa induk semua ilmu adalah Filsafat. Artinya, nyaris, hampir seluruh ilmu Pengetahuan/ Sains lahir dari Produk Filsafat. Sebagai salah seorang Guru Geografi pun saya sependapat dengan pendapat bahwa Filsafat lebih layak disebut Induk Ilmu Pengetahuan dibandingkan Geografi. Pendapat ini berdasarkan pada pengaalaman belajar saya pada Mata Pelajaran Filsafat Ilmu yang menjelaskan secara detail tentang Ontologi, Epistomologi dan Aksiologi yang menjadi acuan sebuah kajian bisa dikelompokkan, memenuhi prosedur-prosedur sebagai sebuah Ilmu Pengetahuan/ sain yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia.

Mengapa hal ini perlu saya bahas disini, karena kebanyakan dari rekan-rekan Guru Geografi nyaris terlupa untuk untuk menjelaskan bahwa pendapat Preston F. James ini sebagai bagian khazanah Ilmu Pengetahuan yang mewakili pendapat-pendapat yang gugur secara ilmiah. Maksudnya, pendapat ini boleh dikemukakan sebagai bentuk dari salah satu karakteristik Ilmu Pengetahuan/ sains, yakni “akumulatif’.

Hal lain yang sebetulnya bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang harus dilakuna  pada materi Definisi Geografi ini adalah model yang biasa dilakukan para Guru geografi saat mengkaji Perkembangan Teori Terjadinya Alam Semesta mulai dari Teori Steady State-nya Einstein yang Gugur oleh Teori Big Bang yang selanjutnya diperkuat dengan Teori Efek Doffler serta Expanding Universe-nya Stephen Hawking.

Pada Bahasan proses Terjadinya bumi pun, sebetulnya para guru Geografi SMA bisa mengambil model pengajaran komparatif studi by teori di materi definisi Geografi ini dengan mengambil model pembelajaran pada materi Proses Terjadinya tata surya dan Perubahan bentuk muka bumi yang terakumulasi, saling menggugurka atau saling melengkapi, mulai dari teori Bintang Kembanr-nya Lyttleton, Nebulae Hypothetic-nya Kant & Laplace, Planetesimal-nya Chamberlein dan TidalvHypothesis-nya Jean-and Jeffreys, Teori Apungan Benuanya Alfred Wegwnwr hingga Teori Lempeng Tektoniknya Eduard Suess.

Sub Target ketuntasan belajarnya adalah peletakkan Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan pada posisinya yang proporsional yang menghindari pembiasan makna, terutama pada Ruang lingkup Geografi sebagi Studi Kebumian.

 

Sukabumi, Awal Maret 2022



Labels: , , ,

Hakikat Geografi

 


1. Sejarah Perkembangan Geografi
Perkembangan ilmu Geografi seiring dengan interaksi manusia dengan lingkungannya. Pemenuhan kebutuhan mendorong manusia melakukan perjalanan yang akhirnya menambah pengetahuan mereka tentang aspek fisik, maupun sosial disekitarnya.
Pengetahuan dari hasil perjalanan tersebut diatas, kemudian disampaiakan melalui cerita-cerita. Pada periode selanjutnya cerita dari mereka yang melakukan perjalanan itu didokumentasikan dalam bentuk tulisan, shingga pada akhirnya menjadi dasar bagi geografi sebagai ilmu pengetahuan.
Geografi berasal dari Bahasa Yunani geos artinya bumi dan graphein artinya gambaran atau uraian, sehingga Geografi dapat diarikan sebagi gambaran/ uraian tentang bumi. Istilah gegrafi diperkenalkan pertama kali oleh Eratosthenes melalui bukunya Geographica.Atas jasanya tersebut Eratosthenes sering disebut sebagai Bapak Geografi.
Dalam perkembangan keilmuannya geografi terbagi pada dua periode :
a. Casualistis : periode ini ditandai dengan penggambaran muka bumi berdasarkan catatan cerita pengalaman perjalanan orang bepergian mengelilingi bumi yang menemukan fenomena tertentu.
b. Caualistis : periode ini ditandai dengan penggambaran muka bumi berdasarkan keterkaitan sebab-akibat antar fenomena dan antar wilayah.
Hingga saat ini studi geografi dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Geografi Sistematik (Geografi Ortodoks) yang meliputi :
- Geografi Fisik yang mempelajari gejala fisik permukaan bumi (tanah air dan udara) serta flora dan fauna.
Kerangka kerjanya ditunjang oleh geologi, geomorfologi, pedologi, meteorologi, klimatologi, oseanografi dan biogeografi.
- Geografi Manusia yang mempelajari tentang kependudukan, politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.
Kerangka kerjanya ditunjang oleh demografi, geografi ekonomi, geografi sosial, geografi desa-kota, dan antropo-geografi.
- Geografi Regional yang mempelajari perwilayahan, baik fisik (zone iklim, flora, fauna dll.), maupun kultur (Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa Barat dll.)
- Geografi Teknik yang terdiri atas kartograf (lmu peta), penginderaan jauh, Sistem Informasi geografi dan geografi kuantitatif
b. Geografi Terpadu (Geografi Terintegrasi)
Merupakan kajian geografi dengan pendekatan terpadu, yakni integrasi elemen-elemen geografi sistematik (fisik dan manusia) dengan geografi regional (zona dan kultur)
2. Definisi Geografi
Ikatan Geografi Indonesia ( IGI ) dalam seminar dan Lokakarya Semarang (1988) : Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan susdut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan
3. Metode/ Pendekatan Geografi
4. Ruang Lingkup Geografi
Sebagai sebuah studi kebumian Geografi harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ; What (apa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan How (bagaimana) tentang fenomena geosfer, sehingga karena luasnya ruang lingkup tersebut, maka Ruang lingkup Geografi dapat digolongkan kedalam 3 hal pokok Sebagi berikut :
a. Lokasi (tempat)
Memperhatikan persebaran fenomena geosfer dipermukaan bumi
b. Hubungan keruangan
Mempelajari hubungan manusia dengan alam, perubahan bentuk muka bumi dan interaksi sosial yang mempengaruhi bumi serta
c. Ciri-ciri regional
Mempelajari kerangka region-region (wilayah-wilayah) spesifik atau ciri khas yang menonjol
5. Objek Studi Geografi
Objek studi Geografi meliputi :
a. Objek Material adalah Geosfer meliputi :
- litosfer (lapisan kulit bumi) contoh : vulkanisme, tektonisme dll.
- hidrosfer (lapisan air) contoh : danau darat, laut dan artesis dll.
- atmosfer (lapisan udara) contoh : iklim, cuaca dll.
- biosfer (flora dan fauna) contoh : tropophyta, xerophyta dll
- antroposfer (aktifitas manusia ) contoh : kependudukan, desa, kota dll.
b. Objek Formal adalah Region
Region adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, maupun sosial. Objek formal dapat disebut sebagai cara pandang atau berfikir terhadap objek material. Kajian inilah yangmelahirkan pembagian permukaan bumi menjadi beberapa wilayah/region atau zone-zone


Labels: , , , , , , , ,